I'm just a piece of dandelion seed, that flew with the wind, away from where I used to be, to find a place to belong to, but I won't forget who I was
Tuesday, July 20, 2021
Twin Shoot di Undip
Sunday, July 7, 2019
Determination
I didn’t expect Aik to finish the hike, but he looked so enthusiastic. He kept walking following other hikers in the group.
It has been beyond expectation. So we thought we better stop now and try again some other day. With a better preparation and may be don’t let Aik walk fully. We can carry him at some parts so the hike won’t press him too much and we can reach the peak safely.
Monday, December 17, 2018
The Paths
Monday, June 25, 2018
The Graduates
Monday, December 21, 2015
Hari Ibu yang ke-sekian.
"Untuk ibu tergaul
dan ter-anti gaptek
Selamat Hari Ibu
Happy Mother's Day
Araw Pagbati Ina
Muttertags - Glückwunsche
Maafkan anak gadismu yang keseringan main HP. Mungkin kalau aku ngurangin main HP aku bisa jadi ranking satu, ya...
Stay young, stay healthy
Rajin rajin yoga
Semoga lancar selalu
Wo aini."
---------------
"Ibu aja nangis, ngko aku melu nangis"
"Ya wis tak adus wae"
Monday, June 22, 2015
Sebelum Menjadi Anak SMP
Friday, March 7, 2014
Hand Puppet
Friday, February 7, 2014
I hate it when...
Wednesday, October 23, 2013
Friday, April 26, 2013
Pancake by Ar Ir
taa daaaaa!
Thursday, March 21, 2013
Double Ten
I don't have much to say
happy birthday
you both have been magics live's brought to us.
Saturday, March 9, 2013
Learn to Play
it's been a special effort to introduce toy cars to Dek Ai'. I've bought him many kinds before he accepted one. slowly he enjoyed pushing it forward and backward. later he recognized the head and the tail of the car.
so I brought him to the store and let him choose the toy car he likes. well, the affordable ones, off corse. I asked some helps from the twins, to show him how to have fun with toy cars and play together.
I've introduced him to tunnels, which is a little chair. now I am planning to build some bridges and fly overs. I'm still trying to find the materials...
the other progress is that now Dek Ai' also play with small toy cars, he formerly refused.
I know I have a lot to do. and I believe that every process, and every progress, is a special gift.
Sunday, December 30, 2012
rukun
Damai sekali melihat mereka, bertiga, bisa sejenak lupa untuk rebutan dan memilih menikmati apa yg ada, bersama. :D
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Thursday, December 13, 2012
Bukan Bahan Perbandingan
Bu Guru memulai menjawab dengan kalimat, 'Hasil belajar Ar lebih bagus dari Ir...' Sambil mulai mencari-cari buku rapor mereka.
Aku, dengan spontan memotong kalimatnya, karena aku memang tidak ingin dia melanjutkannya.
'Saya mau tahu perkembangan masing-masing. Perbandingan hasil belajar masing-masing dengan hasil belajar mereka masing-masing di UTS lalu. Bukan perbandingan antara keduanya'
Bu Guru seperti terkejut mendengar aku berkata begitu, lalu mulai menjelaskan hasil belajar Ar dan Ir, tanpa mengaitkan satu dengan yang lainnya.
***
Aku tahu, bagi orang yang sekedar melihat tanpa memahami, otomatis akan terlintas untuk membandingkan sepasang anak kembar. Tak hanya tentang pelajaran sekolahnya, tapi mungkin juga tentang hal-hal lainnya.
Aku pun menyadari hal seperti itu akan alami tumbuh di benakku. Tak usahlah antara kedua kembar itu. Kita bahkan cenderung membandingkan satu anak dengan anak yang lain. Yang, sebisa mungkin aku hindari.
Pasti jadi 'penderitaan' tersendiri bagi manusia-manusia kembar, ketika orang memandang mereka tidak utuh sebagai pribadi terpisah, tapi saling membayangi. Ar Ir bahkan punya saat-saat mereka terlihat 'bosan' dengan orang-orang yang salah panggil.
Aku, entah ini dianggap baik atau buruk, selalu berusaha memperlakukan mereka sebagai dua orang yang berbeda. Aku tidak pernah membelikan mereka baju kembar, seperti yang umumnya dilakukan orang tua anak kembar. Mereka bahkan menolak memakai baju kembar, kecuali sekalian rame-rame kembaran dengan sepupu-sepupu. Makin besar, mereka malah kubiarlan memilih sendiri apa yang mereka suka.
***
Nilai yang terpaut lumayan jauh, dalam kelas yang sama, mau tak mau akan jadi bahan perbandingan langsung. Lihat saja, bahkan oleh gurunya. Aku tidak ingin orang-orang menjadikannya begitu. Tapi malas juga kalau harus bicara ke setiap orang untuk tidak begitu.
Jadi paling tidak aku sendiri bersikap tidak begitu. Agar keduanya melihat aku tidak membanding-bandingkan. Oh, gurunya. Iya, kalau padanya aku harus bicara. Karena aku selalu dihantui kisah seorang anak kembar yang gantung diri karena selalu dibandingkan dengan saudara kembarnya yang selalu ranking 1, sedang dia tidak pernah...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tuesday, September 4, 2012
The Roller Blade Fever
We are having a fever in town: roller blade.
Every night, especially in weekends, Simpang Lima is full of people skating, or learning to. If you don't have roller blades you can simply rent them. Fifteen thousand rupiahs for an hour of a pair of roller blades.
Semarang sedang demam roller blade.
Setiap malam, khususnya di akhir pekan, Simpang Lima penuh dengan mereka yang meluncur, atau sedang belajar. Jika kamu belum punya roller blade sendiri, banyak yang menyewakan di situ. Lima belas ribu rupiah untuk sepasang roller blade selama satu jam.
Oh yes I tried, for five seconds, or less. I put them on my feet, then tried to stand up, then fell, then quit. Guess age talks.
Aku mencoba, lima detik, atau kurang. Aku pakai, lalu coba berdiri, lalu jatuh, lalu sudah. Sepertinya umur bicara.
Ibit needed several times to finally be able to roll. Ar Ir seemed to do it better. It looks like they'll soon be running in those little wheels. Yeah, may be, after few more tries.
Ibit harus mencoba berkali-kali sebelum akhirnya bisa meluncur. Ar Ir sepertinya melakukannya dengan lebih mudah. Sebentar lagi mereka akan balapan di atas roda-roda kecil itu. Ya, mungkin, setelah mencoba beberapa kali lagi..
Monday, July 16, 2012
Sunday, June 24, 2012
khitan boys (the circumcised)
Monday, June 18, 2012
The Trio
Oh and you can see Dek Ai' running here and there. He looked so excited watching his siblings performing :D
Saturday, June 2, 2012
the hitting sticks
Tiga minggu terakhir ini, setiap sabtu sore ada keriuhan baru di rumah. Ar Ir Ibit dan anak-anak di blok berkumpul dan berlatih bermain perkusi. Ada juga beberapa anak dari luar blok, yang kebetulan sering main bersama.
Ideku mengumpulkan mereka berawal dari hari-hari ketika aku sakit dan harus istirahat di rumah beberapa hari. Aku melihat anak-anak ini bermain sepakbola, petak umpet, kejar-kejaran. Kadang berkumpul di rumah salah satu dari mereka, merubung play station atau main game online di komputer.
Aku melihat energi berlimpah pada mereka. Dan alangkah asiknya jika energi mereka itu disalurkan untuk sesuatu yang terarah. Aku bukan mau bilang, aktivitas bermain yang selama ini mereka lakukan tidak ada gunanya. Tentu saja ada. Semua itu adalah olahraga alami buat anak-anak. Jadi aku tetap membiarkan mereka melakukannya, bahkan kadang aku ikut bergabung main petak umpet bersama mereka.
Orang tua anak-anak ini sepenuhnya mendukung kegiatan yang kuusulkan ini. Hanya saja, kemarin ada satu ibu yang menyarankan untuk tidak mengajak salah satu anak dari luar blok, yang menurut dia nakal dan tidak sopan.
Terus terang aku agak heran. Anak yang dibilang nakal dan tidak sopan ini, sejauh yang kulihat ya biasa saja. Bahkan setiap mau masuk ke rumahku dan mencari Ar Ir, selalu mengetuk pintu dan mengucap salam. Aku melihat sih, dia punya potensi berlaku negatif dan cenderung mendominasi. Mungkin karena dia yang paling tua di 'gerombolan' bermainnya.
Lalu kupikir, mungkin aku yang tertipu dengan sopan santunnya. Sambil lalu (dengan sungguh-sungguh) aku bertanya kepada sekitaran tentang tingkah laku anak ini. Aneh, hampir semua mengatakan hal yang sama. Anak ini nakal dan suka berbohong.
Entah ya. Antara percaya (karena banyak yang ngomong) dan tidak percaya (karena belum lihat sendiri). Kalaupun benar, mungkin ada sebab dia berperilaku begitu, entah apa. Yang jelas sebenarnya dia masih bisa diajak beraktivitas positif, dan harapanku, itu membuat lupa pada kebiasaan buruknya (seperti kata orang-orang).
Pagi ini anak-anak berkumpul. Main badminton. Nonton tivi. Jalan-jalan keliling blok. Sesekali dari mulut mereka keluar suara ketukan yang diajarkan guru perkusinya kemarin sore.
Biar deh apa prasangka orang atas anak-anak ini. Atau mungkin atas aku. Aku sendiri punya masa kecil yang penuh energi dan banyak mimpi. Taman bermainku adalah kebun, tanah lapang, hutan. Perangkat mainku adalah kayu, pepohonan, tanah, batu, pasir.
Jaman dan lingkungan mungkin sudah berbeda. Tapi setidaknya anak-anak ini punya energi dan gairah yang sama besarnya. Mereka bersemangat sekali belajar main perkusi. Selalu datang sebelum gurunya tiba. Dan terus bertanya kapan mereka akan tampil.
Ha. Aku sendiri masih bingung mereka mau kutampilkan kapan dan di mana. Nanti juga ketemu. Bukan soal sulit. Jadi kujawab aja, mereka akan segera tampil, kalau latihan mereka rajin dan selesai berlatih satu komposisi.
Aku juga tidak sabar ingin melihat mereka beraksi.
Saturday, April 21, 2012
what. a week!
this week Ar and Ir got their green Tae Kwon Do belts, and Ibit got her striped yellow one.
then finally our flash fiction anthologies were finally published! Ibit's ff in book #1 and mine in book #2. these books were written together by 80 bloggers over Indonesia...
and the fun thing was the Kartini Day, when Ar and Ir and Ibit decided to wear 'profession costumes' instead og traditional tribal costumes. Ar and Ir chose to be Indonesian Army Generals, while Ibit liked to wear my uniform and be a Governance Officer...























