Friday, December 11, 2009

from the launch of 'suicide' - my book.


Alhamdulillah, it was finally launched.
My first book, a collection of 13 short stories I've been writing in the last couple of years.


Alhamdulillah, akhirnya diluncurkan.
Buku pertamaku yang berisi 13 cerpen yang kutulis dalam dua tahun terakhir.



The event was held in Gedung Ki Narto Sabdo, Raden Saleh Cultural Park, Semarang.
Acaranya digelar di Gedung Ki Narto Sabdo, Taman Budaya Raden Saleh, Semarang.

I handed the books to my parents, a friend from Loenpia (a blogger community I joined) and a friend from government office, as a symbol of the launching of the book.
Aku menyerahkan buku kepada kedua orang tuaku, seorang teman dari komunitas Loenpia dan seorang teman dari Pemerintah Provinsi, sebagai simbol diluncurkannya bukuku.


We had two theatrical performances as responses to my stories 'Kondom' and 'Alarm 07.30'.
Ada dua penampilan teatrikal sebagai respon terhadap cerpenku yang berjudul 'Kondom' dan 'Alarm 07.30'




I also played piano and sang the song I wrote, with the same tittle as the book's, 'Suicide'
Aku juga bermain piano (asal-asalan) membawakan lagu yang kutulis sendiri, berjudul sama dengan judul bukunya, 'Suicide'



And a discussion about my book with Triyanto Triwikromo and Aulia A Muhammad, and Agunghima as the Moderator. They all are senior authors from Semarang. What an honor to have them in my event...
Dan sebuah diskusi bersana Triyanto Triwikromo dan Aulia A Muhammad, yang dipandu oleh Agunghima sebagai moderator. Ketiganya adalah penulis senior di Semarang. Sebuah kegormatan bagiku mereka berkenan hadir di acaraku...


I definitely thank everyone who has supported me during the process of building the book, and the launching. Hopefully this would be a start to my journey, as a new born author.
Aku berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantuku dalam penyusunan buku, dan peluncurannya. Semoga ini bisa menjadi langkah awal bagi perjalananku, sebagai penulis baru.

*******************************************
this post is for Photo Story Friday

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and Rachael


and also for this week's Tuesday Toot. I think this was a BIG TOOT :D


Saturday, November 28, 2009

Tongseng Kambing

Idul Adha, mau tidak mau memaksaku masak daging kambing.

setelah search di google, inilah resep paling sederhana untuk 'kambing'

500 gram daging kambing
200 gram kubis, potong
2 buah tomat, potong
4 siung bawang putih, iris
6 siung bawang merah, iris
4 buah cabai merah, iris
1 sdt lada bubuk
2 sdm kecap manis
garam secukupnya
500 ml santan

tumis bawang putih, bawang merah, cabai. setelah layu, masukkan daging kambing sampai berubah warna. tambahkan kecap, tunggu sebentar. tambahkan santan, tunggu hingga daging empuk. masukkan garam dan lada. masukkan kubis dan tomat, tunggu sebentar. selesai :)


after a search on google, this is the simplest recipe for 'kambing'

500 grams of mutton
200 grams cabbage, cut
2 tomatoes, cut
4 garlic, slice
6 onions, slice
4 red chilli, slice
1 teaspoon ground pepper
2 tablespoons soy sauce
salt
500 ml coconut milk

saute garlic, onion, chilli. after wilting, put the mutton until its color changes. add soy sauce, wait a minute. add the coconut milk, wait until the meat is tender. add salt and pepper. enter cabbage and tomato, wait a minute. finished:)

Wednesday, November 25, 2009

the new members in the family


today, sasa's babies were born
two cute kittens

Monday, November 23, 2009

bye bye chickenpox

In the last three weeks, chicken pox has made Ir Ar and Ibit stay at home for at least a week – in turns.
It was terrible to see them bearing the fever and itches.
It was horrible to see Ibit standing in front of the mirror and said, ‘Ibu, I look like a monster’ then cried.
I couldn’t even take any picture of them having those dots of the pox all over their bodies - too scary.
Alhamdulillah they have passed through it.
And look at you guys, you are now handsome and beautiful as before!

Dalam tiga minggu terakhir, cacar air telah memaksa Ar Ir dan Ibit untuk tinggal di rumah setidaknya selama seminggu - secara bergiliran.
Menyedihkan melihat mereka merasakan demam dan gatal.
Menyedihkan melihat Ibit berdiri di depan cermin dan berkata, "Ibu, aku terlihat seperti monster," lalu menangis.
Aku bahkan tidak bisa mengambil gambar mereka dalam keadaan titik-titik cacar memenuhi tubuh mereka - terlalu mengerikan.
Alhamdulillah mereka telah melewatinya.
Dan lihatlah, kalian sekarang ganteng dan cantik seperti semula!

Sunday, November 22, 2009

I may not be a pianist

but I am a good actor

video

Ar turned on a recorded song in the piano and pretended playing it. well, that wasn't good enough, boy. you should slide a little to the right for hi-tones :D

Wednesday, November 4, 2009

tweety VS sylvester

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and Emily



Few days ago Ar found a little bird fallen from its nest on his way home from school. He brought the bird home and took care of it. It was small and still couldn’t fly, yet.
The kids fed it with rice and gave it some water to drink. I was glad the bird liked it.
Beberapa hari yang lalu Ar menemukan seekor anak burung yang jatuh dari sarangnya ketika pulang sekolah. Dia membawa anak burung itu pulang dan memeliharanya. Burung itu masih kecil dan belum bisa terbang. Anak-anak memberinya nasi untuk makan dan memberinya minum juga. Sukur burungnya mau.

But as we know, a little bird would never get along with cat. And yes, we have this cat Sasa in our house. And believe she is normal. So I told the kids to always be aware and keep the bird out of Sasa’s reach.
Tapi seperti kita tahu, burung ngga bakalan akur dengan kucing. Dan ya, kami punya kucing Sasa di rumah. Aku yakin dia normal, makanya aku selalu ingatkan anak-anak untuk hati-hati dan menjaga Burung Kecil dari Sasa.



Last night before bed, it was Ar’s turn to brush his teeth. He handed Little Birdie to Ibit to keep, because Sasa was around. Ibit just put it on her arm, and…
Semalam sebelum tidur, giliran Ar untuk gosok gigi. Dia meminta Ibit untuk menjaga Burung Kecil karena ada Sasa. Ibit membiarkan Burung Kecil bertengger di lengannya dan...

Sasa pounce it. Ibit try to take Little Birdie from Sasa’s mouth. She did, but the bird was already wounded.
Sasa menerkamnya. Ibit mencoba mengambil Burung Kecil dari mulut Sasa. Dia berhasil, tapi Burung kecil sudah terluka.

I put some iodine on it. Then I told Ibit to put Little Birdie on its box, bring it to her room, and shut the door to make sure Sasa wouldn’t get in.
Aku beri iodine di lukanya. Lalu aku minta Ibit untuk meletakkan Burung Kecil di kotaknya, membawanya ke kamar, dan menutup pintu supaya Sasa tidak bisa masuk.

"Would it be all right? It's wounded and bleeding" they asked.
"I hope it will. Just let it take some rest.." though I know it wouldn't. The wound was too big for such a small creature...
"Apa dia akan sembuh? Dia luka dan berdarah" tanya mereka.
"Mudah-mudahan. Sekarang biarkan dia istirahat.." meskipun aku tidak yakin. Lukanya terlalu besar untuk makhluk sekecil itu...

***

At 01.00 while I was going to do my midnight prayer, as usual (if I could wake up at mid nights) I stepped down stairs to children’s room to see how they were doing. This time, plus how Little Birdie was doing. And I found it cold and stiff.
Jam 01.00 kebetulan aku bangun dan berniat untuk sholat malam. Seperti biasa kalau pas aku terbangun tengah malam, aku menyempatkan turun ke kamar anak-anak melihat mereka. Kali ini, tambah melihat keadaan Burung Kecil. Aku menemukannya sudah dingin dan kaku.




I can not blame my children for crying over it. I remember when I was a child, I cried when my cat was dead …
Aku tidak bisa menyalahkan anak-anak menangisi hal seperti ini. Aku ingat waktu aku masih anak-anak, aku juga nangis waktu kucingku mati...

Thursday, October 29, 2009

Phideo Story Friday: Mutiara dan Bayu

okay, I cheated again. this is not a photo, it's a video.

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and Carissa



just a practice, I and Ibit, before our real performance on 2 november. my friend will be launching her first book. I was asked to perform reading one of her poet. I never read a poet and don't think I can. so I chose to bring her poet to a song and will sing it in a duet with Ibit.

baru latihan... buat tampil nanti tanggal 2 nopember. seorang teman akan meluncurkan buku pertamanya. aku diminta membacakan salah satu puisinya. aku tuh ngga pernah baca puisi. dan rasanya memang ngga bisa. jadi aku memilih menggubah puisinya ke lagu, dan nanti akan kubawakan berduet dengan Ibit.

what do you think?
bagus ngga?


video

a little mistake would be okay, I think. we'll be good at the time...
salah dikit ngga papa kan. nanti kalau tampil beneran bagus deh...

err... sorry for a blur and dark video. it was taken with a cell phone in the night. not a good scene I know