Saturday, July 11, 2009

GIANT puzzle!!

Is there any better indulgence, than having the children spending their holiday away at granny's home, and only you and hubby at home? I still have time until Saturday before I have to pick them up.
Apa ada kenikmatan yang melebihi mengirim anak-anak liburan jauh di rumah Embah, dan kita berdua suami aja di rumah? Aku masih punya waktu sampai hari Sabtu, sebelum aku harus menjemput mereka.

Wednesday was the day for Indonesia's President Election, and was a national official day off. Yes I didn't have to go to work.
I voted as early as I could -- and it was 08.30, not early enough actually :P (I woke up at 5.00, did my shubuh prayer then back to bed until 08.00) coz I and Dan planned to spend the day for something more fun than just staying at home.
Rabu kemaren Pilpres, dan jadi hari libur nasional. Yesss... ngga ngantor. Aku nyontreng sepagi mungkin -- yaitu jam 08.30, ngga cukup pagi juga sebenarnya :P (aku bangun jam 05.00, habis sholat shubuh tidur lagi dan baru bangun jam 08.00) karena aku dan Dan ada rencana menghabiskan hari dengan sesuatu yang lebih menyenangkan daripada tiduran dan nonton tipi di rumah.



We went to... BOROBUDUR TEMPLE, the amazing temple comprises six square platforms topped by three circular platforms, and is decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues. A main dome, located at the center of the top platform, is surrounded by 72 Buddha statues seated inside perforated stupa. (this sentence is just to good to be mine. you are right, I copied it from Wikipedia :D)
Kami pergi ke... BOROBUDUR! Candi yang menakjubkan, yang terdiri dari enam lapis, dengan tiga lapis lantai berbentuk lingkaran, dihiasi 2.672 panel relief dan 504 patung budha yang duduk di dalam stupa bolong-bolong (diterjemahkan dengan semena-mena dari Wikipedia)

Borobudur was built by King Samaratungga, one of the kings of Old Mataram Kingdom, the descendant of Sailendra dynasty. Based on Kayumwungan inscription, an Indonesian named Hudaya Kandahjaya revealed that Borobudur was a place for praying that was completed to be built on 26 May 824, almost one hundred years from the time the construction was begun. The name of Borobudur, as some people say, means a mountain having terraces (budhara), while other says that Borobudur means monastery on the high place. (And this sentence was copied from here)
Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja dari Kerajaan Mataram Kuno, yang masih keturunan dinasti Syailendra. Berdasarkan script Kayumwungan, seorang warga Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah tempat berdoa, yang selesai dibangun pada tanggal 26 Mei 824, hampir seratus tahun dari saat dimulainya dibangun. Nama Borobudur, menurut sebagian orang, berarti bukit yang memiliki teras-teras (budhara), juga bisa diartikan sebagai vihara di tempat yang tinggi (dan paragraf yang ini diambil dari sini).


before going upstairs


OK. My own sentences now.
I think it is amazing how people from 8th century has built such a wonderful monument. Sculptured relief telling stories all over the walls. And I think it deserved to be one of The Seven Wonders, years ago. Now it is not, but I think it's okay. It is still a 'wonder' to me. Too many wonderful things in the world, you can not limit it only for seven things, right?
Ok, kalimatku sendiri sekarang.
Menurutku, sangat luar biasa, orang yang hidup di abad ke-8 membangun monument yang begitu megah dan indah. Pahatan relief di sepanjang dinding candi. Dan kupikir Borobudur memang berhak jadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia, waktu itu. Sekarang memang engga lagi, tapi ngga papa lah. Bagiku Borobudur tetap suatu keajaiban. Masalahnya, banyak sekali keajaiban di dunia. Ngga bisa dong, dibatasi tujuh aja, ya kan?

it was hi-noon and HOT!

But, I think of something that also amazing, the restoration of the temple. Borobudur was once upon a time buried and become a hill with bushes all over it, and the construction under. I mean... it was built with thousands (even millions) pieces of stone. When it was found, I believe, it wasn't as how it looks in the present time. It must have been messy with parts apart, some are away from where it should be. Now, how can you put the right pieces in the right place?
Tapi, aku berpikir tentang hal luar biasa lainnya, pemugaran candi ini. Borobudur waktu ditemukan, katanya terkubur dan menjadi bukit yang ditumbuhi semak belukar. Maksudku... Borobudur itu kan terdiri dari ribuan (bahkan jutaan) potongan batu. Pada saat ditemukan, aku yakin keadaannya tidak seperti sekarang ini. Pasti berantakan kemana-mana batu-batu itu. Jadi, bagaimana bisa tahu batu mana harus ditaruh di mana?

Look at this small simple example. Just a small piece of the beautiful giant.
How can you be sure that this three head sculpted stone was supposed to be here?
Lihat contoh kecil ini. Hanya satu bagian kecil dari raksasa cantik kita.
Yakin pahatan tiga kepala ini harus dipasang di sini?



Are you sure you don't miss it with this one?
Ngga tertukar dengan yang ini?


Or this one?
Atau yang ini?


Not only to match which head with which body, but it also had to match the story told in the relief..
Bukan hanya harus cocokin badan dan kepala, tapi juga harus cocok dengan cerita yang tergambar di setiap relief.

Ahahaha... I know archaeologists are good at this, but still it is beyond my imagination...
They sad it took 15 years and US$20.000.000, involving professionals from 27 countries. And more than 1000.000 pieces of stone had to be put together, just like doing a giant jigzaw puzzle. Plus 13.000 panels of sculpted stone to clean up and maintain. (translated from here)
Ahahaha... Aku tahu itu bagian para ahli arkeologi, tapi tetep saja ga bisa bayangin...
Katanya butuh lebih dari 15 tahun dan 20 juta dollar amerika, melibatkan tenaga profesional dari 27 negara. Dan lebih dari sejuta potongan batu harus disusun seperti mengerjakan jigzaw puzzle raksasa. Ditambah 13.000 panel relief yang harus dibersihkan dan dirawat (diambil dari sini)

I still saw here and there around the temple, some parts has been missing. So it is replaced with new stone, but you see, it will never be the same.
Aku masih melihat di sana sini di seputar candi, banyak bagian yang hilang. Akhirnya diganti dengan batu baru, tapi lihat deh, hasilnya ngga akan pernah sama.


Well, how ever, either as a Javanese or just as Indonesian, I feel like I also own Borobudur. And I am so proud of it.
Yah, bagaimanapun, baik sebagai orang Jawa atau hanya sebagai orang Indonesia, aku merasa ikut handarbeni Candi Borobudur. Dan aku bangga banget.

*****************
for Photo Story Friday

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and MamaGeek

and







this weeks Sunday Scribblings prompt: indulgence

******************************
Dan had lots of better pictures taken with his camera. All pictures here were taken with my Camera-phone. That's explain why I couldn't take any picture of both of us together. With tripod Dan did. But Dan bring the memory card to office today, while I only have time now to write. So any picture will do, I guess.
Dan punya banyak gambar yang oebih bagus, diambil pakai kameranya. Gambar-gambar ini cuma aku ambil pakai henpon, jadi itu sebabnya kenapa aku ga bisa ambil gambar berdua. Dengan tripod Danang bisa. Tapi masalahnya, kartu memori kameranya dibawa Dan ke kantor, sedang aku hanya punya waktu untuk nulis sekarang. Jadi ya... seadanya sajalah.

Friday, July 3, 2009

end of academic year and loneliness

It's over. Well at least for this year. So Ar Ir are no longer kindergarten kids. They've done with it. They are now waiting for the time to be an Elementary School students. I have registered them to the same school with Ibit. And Ibit is no longer a 3rd grader. She is now a 4th grader.
Tamat sudah. Paling tidak untuk tahun ini. Ar Ir sekarang bukan anak TK lagi. Mereka sudah puas di sana. Sekarang nunggu saatnya jadi anak SD. Aku sudah mendaftarkan mereka ke sekolah yang sama dengan Ibit. Dan Ibit bukan anak kelas 3 lagi, sekarnag kelas 4.

This is their last performance at their former school.
Ini penampilan terakhir mereka di sekolah mereka yang dulu.



And I took this picture of Ibit, before she go to school to perform in the graduation celebration for 6th grade at her school, singing with her band. The teacher told me she would perform at about 11.30AM. So I and Dan and the twins went from our house at 10.30. But when I got there, she just finished sang her song and was taking a bow.... Forgive me for being late, Bit...
Dan aku ambil gambar Ibit ini, sesaat sebelum berangkat ke sekolah untuk tampil bersama band-nya di acara akhirussanah dan pelepasan lulusan. Kata gurunya, Ibit akan tampil sekitar jam 11.30, jadi aku dan Dan dan kembar berangkat jam 10.30. Ternyata oh ternyata, ketika kami sampai di sana, Ibit baru saja menyelesaikan chorusnya dan sedang membungkuk menghormat..... Maaf Bit, Ibu telat...




NOW.....
SEKARANG......

It was all about two weeks ago. It's been a week since I drop my kids there in my parents house for holiday. I thought it would be fun to be just with Dan at home. It was, for a day and two. But the rest were oh so uncomfortable. I missed them, yes I do. Yesterday when I called them, Ar said, "I miss you, Ibu, I want to kiss you..."
Itu sudah hampir dua minggu yang lalu. Dan ini sudah seminggu sejak aku mengantar anak-anak ke rumah embah mereka buat liburan. Kupikir bakalan asyik berdua Dan aja di rumah. Tadinya iya, satu dua hari. Setelah itu... ga enak. Aku kangen sama anak-anak, banget. Kemaren waktu aku telpon mereka, Ar bilang, "Aku kangen Ibu, aku pengen dicium Ibu..."

Oh boy, how I miss you even more, and I miss kissing the smell of you under arms...
Oh boy, Ibu juga kangen kamu... banget. Dan Ibu kangen cium kelek kecut kalian....

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and MamaGeek

Tuesday, June 16, 2009

Facebook and Honesty



ibu, please delete my facebook account
I don't think I want it any longer
I will not use it
it was created with a lie
by telling that I was thirteen...
***
and I felt my head was hit by a hammer


ibu, tolong hapus akun facebook-ku
aku ngga pengen lagi
aku ngga mau pakai
itu dibikinnya pakai bohong
masa dibilang umurku tigabelas...
***
kepalaku rasanya dipalu


Friday, June 12, 2009

twin twin again

I can't help my self not to write about this. I think this is too cute to be true. gets cuter than what I wrote before.
aku ngga tahan mau ngga nulis soal ini. kiyut banget soalnya. makin kiyut dari yang pernah kutulis dulu

yesterday I went home from work and found this.
kemarin aku pulang kerja dan nemu ini.



this morning I was about to go to drive the children to their school and on to my office. I was still doing some stuff inside while Dan and the kids were awaiting in the car. and I heard that sound I knew well (okay, not so well). it was one of Nda or Nin
pagi ini aku lagi siap-siap mau nganter anak-anak trus bablas ke kantor. aku masih melakukan sesuatu di dalam, Dan dan anak-anak sudah menunggu di mobil. aku dengar suara yang sangat kukenal (ok, bukan sangat). salah satu dari Nda atau Nin.

"good bye my prince! be careful you go to school..."
"dada pangeran! hati-hati ya pergi ke sekolah..."

today I went home earlier, the kids were all asleep.
this afternoon they one by one woke up and gave me kisses and hugs. Ibit then played the piano, while Ar and Ir walked out the door. Dan called and asked how we were doing.
hari ini aku pulang agak awal. anak-anak masih tidur.
agak sore satu per satu mereka bangun, peluk dan cium. lalu Ibit main piano, sedang Ar dan Ir keluar. Dan menelpon dan menanyakan kabar rumah.

Dan: where are the kids?
me: Ibit is playing the piano. Ar-Ir... I'm not sure. they just got out the door. I think they are walking downway'
(down way means to Nda and Nin's house which is in the lower position of ours)
Dan: anak-anak?
aku: Ibit lagi main piano. Ar Ir... ke mana ya? tadi keluar. paling-paling lagi jalan ke bawah.
(kalo kami bilang ke bawah, artinya ke rumah Nda dan Nin yang letaknya memang agak turun)

but then I got out and found them both laying down on the terrace floor.
tapi waktu aku keluar, ternyata mereka lagi tiduran di teras

me: hey, I thought you guys went down
Ar: we're still too lazy..
aku: hey, ibu pikir kalian ke bawah
Ar: masih males

so I got in and let them get some fresh air to shoo the laziness away. then I heard those cute voice singing. I recognize the song as a soundtrack in a barbie episode. it was in english. Nda and Nin sure haven't be able to speak english. so the words came out as how they heard, and sound like a language from other planet I don't know...
aku masuk dan membiarkan mereka menghirup udara segar supaya ngga males lagi. lalu kudengar suara-suara manis bernyanyi. aku kenal lagu itu salah satu soundtrack video Barbie, entah episode yang mana. bahasa inggris sih. Nda dan Nin memang belum bisa ngomong inggris, jadi kata-kata yang keluar sekenanya yang nyangkut ke telinga mereka. jadinya seperti bahasa planet entah mana...

what amazed me was, both Ar and Ir suddenly stood up and they all together came in right to the TV, and Ar played the video of barbie episode Nda and Nin sang the song.
yang menakjubkan adalah, Ar dan Ir langsung bangun, lalu berempat mereka masuk menuju TV. Ar memutarkan video Barbie yang lagunya dinyanyikan Nda dan Nin.




I had some mango I have sliced before in my fridge. I thought it would be a great company to watch a movie...
aku punya mangga yang sudah dikupas di kulkas. kayanya enak buat temen nonton film...



PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and MamaGeek


************************************
for those who just joined Dandelion, Nda and Nin are a set of girl girl twin who live next door.
buat yang baru ngikutin Dandelion, Nda dan Nin adalah pasangan kembar cewek-cewek yang tinggal deket rumah.

Tuesday, June 9, 2009

that's my boy...


we just finished praying Maghrib. Ir sat on my lap facing me.

Ir: is this Monday?
me: ya
Ir: tomorrow Tuesday
me: ya
Ir: I will have to go to school
me: ya
Ir: I want a day off
me: a day off? tomorrow is not a holiday
Ir: I don’t want to go to school
me: oh?
Ir: I want to quit school forever...
me: hm... *quite for seconds* okay.
Ir: *starred at me* okay?
me: *nodded* so I can save some money, coz I don’t need to pay for your school and pick-up car.
Ir: *cuddled up on my chest* I don’t want to quit school. I want to go to school
me: ya. that’s my boy. holiday is coming anyway..
Ir: *looked up* holiday?
me: ya. a long holiday
Ir: long? why?
me: because teachers understand, going to school everyday can make students tired and get bored. holidays will make them fresh again and go to school happily.

Ir smiled, looked so happy, and cuddled up again

Ir: ibu, it’s cold. hug me.

so I hugged him, and together we swing forward and backward and forward and backward and for ward and backward…

***



***

Ir duduk di pangkuanku, menghadap aku. kami baru selesai sholat Maghrib

Ir: ini hari senin ya
me: iya
Ir: besok selasa
me: iya
Ir: aku harus sekolah
me: iya
Ir: aku pengen libur
me: libur apa? besok ngga libur
Ir: aku pengen bolos
me: oh?
Ir: aku pengen bolos selamanya...
me: hm... *diam sebentar* boleh
Ir: *memandangku* boleh?
me: *mengangguk* jadi ibu berkurang bayar sekolahnya. tidak perlu bayar Mbah Min (mobil jemputan - red)
Ir: *nyungsep di dadaku* aku ngga mau bolos. aku mau sekolah
me: anak keren, kan bentar lagi libur..
Ir: *mendongak* libur?
me: iya. libur panjang
Ir: panjang? kenapa?
me: karena bu guru tahu, sekolah terus itu bisa bikin murid murid bosen dan capek. jadi setiap habis tes anak-anak boleh libur panjang... nanti kalau sudah ilang bosennya, jadi semangat sekolah lagi.

Ir tersenyum bahagia lalu nyungsep di dadaku lagi.

Ir: ibu, dingin. peluk.

lalu aku peluk Ir. dan bergoyang badan kami ke depan, ke belakang, ke depan, kebelakang, ke depan, ke depan, ke belakang.....

Thursday, June 4, 2009

How bad does internet annoy you?

I cheated this time. Neither of these photo below is mine. They were all taken from the web by googling. You can easily find it with the keyword Prita Mulyasari and Manohara Pinot. Both pictures are courtesy of them.

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and MamaGeek


There are two big issues here in Indonesia lately. One is related to internet activities. What annoy me is the story following the internet activity. The other one has nothing to do with internet. But it lately related to my internet activities, and annoy me in a different way.
Ada dua berita heboh di Indonesia baru-baru ini. Yang satu berhubungan langsung dengan aktivitas internet. Yang membuatku kesal adalah cerita yang mengikuti aktivitas internet itu. Satunya lagi sama sekali tidak berhubungan dengan internet. Tapi itu tiba-tiba menyangkut aktivitas internetku, dan aku terganggu, meskipun bentuknya beda dengan yang pertama.



First, is something similar to what Diane told on her blog few days ago. Prita Mulyasari, a mother of two toddlers has been arrested, and accused of defamation about OMNI Hospital.
Pertama, mirip dengan kasus yang diceritakan Diane di blognya beberapa waktu lalu. Prita Mulyasari, ibu dari dua balita telah ditangkap, dan dituduh mencemarkan nama baik OMNI Hospital.

What she did was writing emails to her friends, complaining about how the hospital has done something she thought wasn’t right. She asked for explanation but the hospital did her ping pong.
Yang dia lakukan adalah menulis email ke teman-temannya, yang berisi keluhan atas tindakan rumah sakit yang dia rasa salah. Dia telah meminta penjelasan kepada pihak rumah sakit, tapi dia malah dibikin pingpong.

The mail has spread out and the hospital found it. Then they sue Prita, and Prita got arrested and put in jail on May 13th. Many people in Indonesia joined the cause ‘Free Prita Mulyasari’ on facebook and blogs, and do support in many ways. Alhamdulillah yesterday they let her out of jail and back to her babies, but she still need to attend the criminal case trial in court.
Email itu menyebar dan akhirnya sampai juga ke pihak rumah sakit.
OMNI Hospital akhirnya menuntut Prita, dan dia dipenjara pada tanggal 13 Mei lalu. Masyarakat Indonesia menyatakan dukungan pembebasan Prita, dan bergabung di cause ‘bebaskan Prita’ di facebook dan blog. Alhamdulillah kemarin dia dikeluarkan dari penjara dan bertemu dua buah hatinya, tapi masih harus menghadapi persidangan atas dirinya.

I sure hope she will win the case, and OMNI Hospital pay for what they did to Prita.This really annoyed me. How could an email of complaining bring you to jail? Why Prita were accused telling a lie, while she was trying to find a truth? pray for her...
Aku berharap dia menang, dan pihak OMNI membayar atas apa yang telah dilakukannya terhadap Prita. Ini bener-bener ngeselin. Kok bisa email keluhan membawamu ke penjara? Kok Prita dituduh menyebar berita bohong, sedang dia justru berusaha mendapatkan kebenaran?
Doakan dia ya...


Second, is about an Indonesian Model named Manohara Odelia Pinot, who got married with a Prince from Kelantan, Malaysia. Being his wife didn’t make Manohara a Princess. She has been abused. She lived in a secret room, like being put in a cage and so on and so on. She wasn’t allowed to receive calls from her mother and family.
Yang kedua adalah tentang model Indonesia Manohara Odelia Pinot, yang menikah dengan pangeran dari kerajaan Kelantan, Malaysia. Menjadi istri pangeran tidak menjadikannya putrid kerajaan. Dia mengalami kekerasan. Tinggal di kamar rahasia, seperti ditaruh di penjara, dan seterusnya dan seterusnya. Tidak boleh menerima teleon dari Ibu dan keluarganya.

One lucky day, when she and her husband were in Singapore, she did an escape and made it to meet her mother and went home to Indonesia. I don’t pay much attention to this case lately, but I heard Prince Fahry agree to let Manohara free.
Suatu hari yang beruntung waktu sedang berkunjung ke Singapura bersama keluarga istana, dia berhasil melarikan diri, bertemu ibunya, lalu pulang ke Indonesia. Aku tidak begitu mengikuti kelanjutan ceritanya, tapi kudengar Pangeran Fahry akhirnya ikhlas melepas Manohara.

And why does this annoy me? Because my name is Latree Manohara. Suddenly I received sooooooo many friend requests from men I never knew. And yes, all are men. I know this may sounds silly. But this really annoys me also, in other way.
Jadi apa hubungannya dangan aku? Karena namaku Latree Manohara. TIba-tiba aku menerima permintaan pertemanan bertubi-tubi dari banyaaaaaaak laki-laki yang tidak kukenal. Yup, semuanya laki-laki. Aku tahu mungkin ini kedengarannya konyol, tapi ini benar-benar menggangguku.

See, in Indonesia, there is no family name. Even if you get married, doesn’t mean you have to change your name to your husband’s. Yes people call me Mrs. Dan. But in every card I have, and for any purpose, I still use the name my parents gave me. And children have their own name, without family name either. I’m thinking about changing my name on Facebook with my husband’s name, but Dan said it is not necessary. All I need to do is just ignore all those friend requests I don’t want to accept. I guess he’s right.
Memang, di Indonesia tidak ada nama keluarga. Meskipun kau menikah, tidak berarti kau harus mengubah namamu menjadi nama suamimu. Iya sih, orang orang memanggilku Bu Dan. Tapi di semua kartu, dan untuk semua tujuan, aku tetap pakai nama yang diberikan orang tuaku. Juga anak-anak,, mereka punya nama mereka sendiri-sendiri, tanpa nama keluarga. Aku berniat mengganti namaku di Facebook dengan nama suamiku. Tapi kata Dan itu tidak perlu. Aku hanya tinggal cuekin aja semua request itu. Kupikir bener juga.

So, did you ever had experience, how internet annoy you?
Jadi, pernahkah inernet membuatmu kesal?

Wednesday, May 27, 2009

what do blogs do to you?


about a week ago I (Ibit, Ar, and Ir -- actually) received a package from my Multiply friend Tary. it was three books for Ar Ir and Ibit. thank you very much, auntie Tary...
sekitar seminggu yang lalu aku (tepatnya Ibit dan Ar Ir) menerima paket dari Tary, teman Multiply-ku. ada tiga buku buat bertiga. terima kasih tante Tary...

Tary and I have found each other about 10 months ago. now as the world has turned to Facebook, I and Tary continued our friendship there.

Tary dan aku berkenalan sekitar 10 bulan yang lalu. karena sekarang dunia lagi asyik dengan Facebook, kami melanjutkan pertemanan di sana.


but not only there. because as you see, our friendship has grown more than just commenting on each other's posts. I feel like she is a friend in a 'real' world, although we never met physically. oh I hope that' day will come soon...
tapi sebenarnya bukan hanya di sana. karena ternyata, pertemanan kami tumbuh lebih dari sekedar saling mengomentari postingan masing-masing. aku merasa dia adalah teman di dunia 'nyata', meskipun secara fisik kami belum pernah bertemu

I asked her, for what occasion this pakcage was. it is not the birthday of any one. she said it was not for any specific occasion. she just thought my children are cute and she fell in love with them. she knows how Ibit lives to read, or how 'naughty' Ar and Ir are. she's been following this blog (but never commented, I wonder why?) and thought my kids are lovable. well off course, you know who their mother is :P
aku tanya ke Tary, dalam rangka apa dia mengirim buku itu. soalnya tidak ada yang sedang ulang tahun. katanya, bukan dalam rangka apa pun. dia pingin aja karena menurut dia anak-anakku nggemesin, dan bikin dia jatuh cinta. dia tahu kalo Ibit suka dan baca, dan Ar IR suka iseng. dia mengikuti blog ini (tapi ga pernah ninggalin komen, heran deh!) dan menurutnya anak-anakku menyenangkan. ya iya lah, siapa dulu ibunya... :P

no lie, I can relate to how she feels about my kids. I feel the same about my bloggie friends' kids also. reading all post about them like watching them grow in front of me. I mean, you know when Baby O has to go to a doctor, you witness Baby L is now six, you see Baby Z doing cute things with mom's lipstick...
then you feel sad when they get sick. and you can feel the happines when they do some thing great. and you laugh to die when they do funny things...
bukan isapan jempol. aku bisa kok merasakan yang dirasakan Tary. aku juga merasa begitu dengan anak-anak teman-teman bloggerku. membaca postingan tentang mereka dari hari ke hari membuatku rasanya melihat mereka tumbuh di hadapanku. kau tahu kapan Baby O harus pergi ke dokter. kau menyaksikan Baby L berulang tahun yang ke enam, kau melihat Baby Z berbuat hal lucu dengan lipstik mama...
lalu kau ikut sedih kalau mereka sakit, ikut bahagia kalau mereka melakukan hal yang luar biasa, dan ikut tertawa setengah mati kalau mereka melakukan hal lucu...

it is the power of blog. do you ever feel the same?
kekuatan blog. apakah kau merasakannya juga?

PhotoStory Friday
Hosted by Cecily and MamaGeek