Sunday, May 4, 2014

Pemancing Air Mata

‎Kemarin di sela-sela menemani Ibit dan kawan-kawannya mengikuti lomba Kreasi Paskibra, Dan mengajak aku selfie dengan background aktivitas lomba.

'Sebentar, jangan sekarang,' kataku sambil mengusap air mata yang menetes perlahan dari sudut mataku.

'He, kamu kenapa?' tanya Dan.

Aku haru. Selalu seperti itu. Setiap kali melihat anak-anak, terlebih anakku sendiri, tampil di panggung sekedar pentas atau lomba, aku tidak bisa menahan haru. Sebenarnya, kemarin itu aku berusaha lebih keras untuk tidak mbrebes. Soalnya aku pas pakai eye-liner (yang tidak waterproof), takut luntur...

Tapi tetap saja tidak bisa. Apalagi ketika sampai momen pengibaran bendera. Memang bendera yang dikibarkan bukan Merah Putih. Warnanya hijau merah. Tapi lagu yang dikumandangkan tetap Indonesia Raya. Dan bahkan meskipun itu hanya lomba, semua orang khidmat menatap bendera naik perlahan. Aku meleleh.

Aku memang bukan Ibu teladan. Bahkan cenderung serampangan. Aku juga bukan warga negara teladan. Tapi barangkali ini sedikit sisi keibuan dan nasionalisme yang tersisa di dalam diriku.‎ Jangan sampai hilang.


Bagaimana aku bisa tidak terharu melihat anak-anak ini?

1 comment:

Bunda Shidqi said...

aku juga suka liat latihan paskibra di Pemda, jadi inget dulu pernah kaya gitu.. tapi makin kesini gerakan-gerakan kekompakannya bikin merinding.. Betaah deh liatnya :)