Sunday, March 5, 2017

Beyond Expectation


Hari ini jadwal konsultasi dengan psikolog setelah 2 sesi assesment bulan lalu. Sejak menerima jadwal dua hari yang lalu, hati rasa siap tak siap. Bagaimana nanti hasilnya. Apa yang akan dikatakan Bu Lita. Aku takut jangan-jangan apa yang selama ini kulakukan belum maksimal. Aku takut mendengar, 'You could've done better!'

Di luar dugaan, semua yang disampaikan tentang hasil assesment adalah positif. Perkembangan Aik luar biasa, bukan sekedar sesuai harapan. Segala usaha kami sekeluarga (dan dukungan kerabat dan sahabat) sudah bagus dan harus terus dilanjutkan. Senang sekali, Bu Lita pendengar yang baik, penuh empati, dan memberi banyak masukan untuk bisa mendampingi Aik lebih baik.

Dengan usia mental 3 tahun dalam usia fisik 6,5 tahun, aku tahu banyak yang akan mengernyit alis atau mencibir. Mungkin hanya yang paham betul keadaan Aik yang bisa mengerti. Tapi sayangnya tidak semua orang di sekitarku begitu. Sekarang yang jadi PR-ku adalah 'tidak mendengarkan omongan negatif, judging, dan sok tahu.'

Sebenarnya, aku selalu (justru) merasa terbebani setiap ada yang bilang 'tuhan tahu pada siapa Aik harus dititipkan.' Tapi tadi Bu Lita menyampaikan gembira, bahwa aku dan Dan yang menjadi orang tua Aik. Oh Tuhan. Aku ini apalah-apalah. Dan aku sukses nangis di hadapan beliau karena aku merasa tidak berhak dianggap sehebat itu.
.
Kalaupun ada yang menganggap usaha kami belum cukup, yang jelas kami sudah berusaha semaksimal mungkin. Demi Aik.

3 comments:

Cordiaz said...

Anak adalah amanah. Tugas orang tua mempersiapkan mengarungi samudra sehidupan sebaik dan semampu kita sbg orang tua... Tetap semangat Mbak... Semoga semuanya berjalan lancar... Aamiin yra...

Latree said...

terima kasih Mas Cor 🙏🏼

Cordiaz said...

Sama-sama mbak. Krn aku yakin tiap orang tua punya tantangannya masing-masing...