Monday, March 3, 2014

Virtual Reality

Aku lupa pernah mendengar istilah ini di mana. Di film Disclosure apa ya? Yang jelas, sepemahamanku, maknanya kira-kira, kenyataan yang sebenarnya buatan.

Paling gampang (yang bisa kutemukan) virtual reality ini dirasakan kalau kita nonton film 3D di Ancol itu. Jadi selain gambarnya 3 dimensi yang menyata dengan kacamata khusus, kursinya juga dibikin bergoyang menyesuaikan adegan filmnya. Makin nyata lah seolah kita merasakan kejadian di film.

Tapi pergi ke sana kan mahal ya. Ir punya cara yang lebih ekonomis menikmati game dengan rasa virtual reality.

Hari Minggu kemarin kami jalan-jalan ke pasar pagi di dekat pintu air besar Waduk Gajah Mungkur. Salah satu booth (yaelah booth) yang menarik adalah mobil-mobilan apa ini entah judulnya. Semacam ATV atau motor/mobil batere. Ar Ir dan sepupunya naik jadi satu. Ar yang mengemudi.

Melihat foto ini aku geli, bingung, bertanya-tanya. Apa yang dilakukan Ir itu? Main game di handphone? Bukannya jadi sulit dalam keadaan naik mobil yang jalannya geronjalan begitu?



Oh ternyata aku salah. Justru dia baru kepikiran main game ketika sudah berada di atas mobil mini itu. Gamenya, balap rally mobil. Sensasi laju dan goncangannya bikin seolah game-nya nyata. Hahaha.. oke deh...

Ayo siapa mau coba, game rasa virtual reality hanya dengan Rp. 5000 >.<

2 comments:

RumahJurnalku said...

Hihi..lucu juga ya mak.. Maen mobil2an gitu ada sensasi seperti di film2 gitu. Murah pulak, sayangnya deket rumah ga ada tuh mak :p

Latree said...

Hehe iya... ini juga bukan dekat rumah, tapi dekat rumah Embah, kebetulan pas berkunjung ke sana :D