Friday, March 15, 2013

Meniru.

Katanya, anak adalah peniru terbaik di dunia. Juga ketika bicara, dia meniru orang dewasa di sekitarnya.

Tapi kenapa Dek Ai' tidak mau meniru bicara? Hingga pada usia hampir tiga dia belum juga bisa bicara?

Ketika memulai terapi wicara sekitar empat bulan yang lalu, aku belum punya bayangan bagaimana mengajak anak untuk meniru gerakan mulut, bersuara, apalagi yang bermakna: berkata-kata. Ternyata sebelum anak benar-benar belajar bicara, banyak hal yang harus diajarkan.

Hal pertama mengajar Dek Ai' untuk patuh selama sesi terapi. Belajar konsep. Belajar meniru.

Baru pekan yang lalu pelajaran bicara dimulai. Dek Ai' diajak duduk di depan kaca, dan meniru gerakan mulut terapis. Dan hari ini Dek Ai' mulai mau meniru 'ma' dan 'aaa' dan 'iiii'....

Bagian dari sesi terapi yang jadi favorit Dek Ai' adalah menyamakan gambar. Dua puluh gambar yang berbeda ditebar di atas meja. Setiap kali terapis mengeluarkan satu kartu, Dek Ai' harus meletakkannya di gambar yang sama. Dia bisa. Suka, malah.

Aku ingin memasukkan Dek Ai' ke kelompok bermain. Sepertinya masih ada keraguan dari pihak 'sekolah' untuk menerima Dek Ai'. Mereka meminta catatan dari psikolog, untuk memastikan apakah Dek Ai' bisa diterima atau tudak. Beuh, repotnya.

Oke, sedang dicarikan jadwal bertemu psikolog. Kita tunggu saja.



6 comments:

Aisyah S. A. said...

biasanya kenapa itu ya mbak? saya juga bingung dgn anak saya :(

Latree said...

anaknya kenapa mbak?
ada banyak penyebab anak terlambat bicara, harus dikonsultasikan untuk tahu pastinya...

anggi setyawan said...

Ini langkah tepat bu, kebanyakan orang membawa kasus semacam ini ke dukun.
Semoga sukses terapinya.

Latree said...

dukun???? o_0
terima kasih, saya hanya berusaha menberi yg terbaik yg saya bisa...

Anggie...mamAthar said...

Semangaaat dek Aik...

jnynita said...

Kukira, bicara itu sesuatu yang otodidak,, ternyata butuh dilatih ya.. belajar deh dr post ini :D